Bertani, Sebuah Tujuan dan Harapan

Berawal dari pabrik aci, dan berujung pada kecintaannya terhadap pertanian Indonesia. Ya, itulah KisahTani dari Bapak Tikno. Bapak Tikno menyebutkan bahwa di masa pandemi seperti sekarang ini, para petani di desanya masih mampu untuk bertani. Menurut Pak Tikno, pandemi covid-19 ini tidak terlalu berdampak untuk kelangsungan hidup di desanya. Alasan mengapa pandemi covid-19 ini tidak terlalu berdampak di dalam kelangsungan hidup di desanya adalah karena cara bekerja yang tentunya berbeda dengan kondisi di Ibu Kota. “Pada kenyataannya para petani di Desa Cilember masih bisa beraktifitas menanam produk taninya seperti biasa”, sebut Pak Tikno. Namun, ada satu hal yang memang menjadi permasalahan selama adanya pandemi covid-19 ini, yakni masalah penurunan penjualan produk tani di desa. Hal ini membuat para petani harus memutar otak untuk bisa menjual produk tani mereka sebelum nantinya membusuk seiring berjalannya waktu.

Selanjutnya, Pak Tikno bercerita bahwa di masa kecilnya, beliau sudah terbiasa membantu orangtuanya untuk bertani. Namun, Ia menyebutkan bahwa pengalaman masa kecilnya itu tentunya sangat berbeda jika diterapkan dengan model pertanian sekarang. Beliau menyebutkan bahwa pertanian konvensional yang dulu Ia jalani sangat berbeda terlebih dari segi perkembangan teknologi pertanian dan berbagai cara atau metode baru di dalam menanam tanaman, seperti contohnya hidroponik dan menanam tanpa bahan kimia. “Jangan bandingkan pertanian konvensional dengan pertanian modern”, sebut Pak Tikno.

Pak Tikno mengawali perjalanan bertaninya dengan memanfaatkan lahan bekas pabrik aci yang sudah dibongkar menjadi lahan tani yang produktif. Pak Tikno ingin memaksimalkan usahanya untuk membuat lahan tani di desanya karena menurutnya masih banyak lahan tidur yang dapat dijadikan sebagai lahan tani yang bagus dan luas.

Selama bertani di desanya, Pak Tikno menyadari bahwa masyarakat sekitar memiliki banyak potensi bertani yang memadai namun sayangnya belum berkembang karena kurangnya dukungan dari para perangkat desa. Hal inilah yang menjadi salah satu harapan Pak Tikno agar perangkat desa maupun pemerintah lebih memperhatikan kemampuan dan potensi masyarakatnya dengan cara membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam bertani agar sumber daya manusia di desa tersebut menjadi semakin banyak.

 

KisahTani Lainnya

Tetap Bersyukur, Walau Sering Dipandang Rendah

Petani merupakan salah satu pekerjaan di bidang jasa yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Hal inilah yang membuat Pak Arifin semangat di dalam bekerja, dimana Ia merasa sangat bersyukur atas peke

Pandemi, Tragedi sekaligus Cara Realisasi Diri

Pandemi covid-19 yang masih melanda dunia, termasuk Indonesia sampai saat ini membuat semua orang harus memutar otak untuk tetap bisa bertahan hidup, tak terkecuali Pak Lukman. Seorang pengrajin bunga