Pandemi, Tragedi sekaligus Cara Realisasi Diri

Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia hingga sampai saat ini memang merugikan banyak pihak, tidak terkecuali Pak Lukman, seorang pengrajin bunga kayu yang terpaksa harus berpindah profesi menjadi petani untuk dapat tetap bertahan di kerasnya situasi pandemi seperti sekarang ini. Menurut Pak Lukman, sebelum pandemi beliau berjualan kerajinan tangan yang diberi nama bunga kayu. Biasanya Pak Lukman menjual kerajinan tangannya tersebut dengan harga Rp 100.000 per satu potnya. Beliau mengatakan bahwa modal yang Ia butuhkan untuk membuat satu pot tersebut adalah sebesar Rp 20.000. Pak Lukman selanjutnya bercerita bahwa sewaktu tempat wisata di daerah puncak masih ramai, biasanya beliau dapat menjual hingga 20 pot sehari. 

Semuanya begitu indah dan menyenangkan, hingga sampai saat dimana pandemi melanda dunia tak terkecuali Indonesia. Menurut Pak Lukman, pandemi ini memberi efek yang sangat besar bagi dirinya. Bunga kayu yang Ia tawarkan sama sekali tidak laku, penjualan pun menurun drastis. Beliau juga mengatakan bahwa biasanya sering ada yang pesan ke beliau secara langsung, namun semenjak ada pandemi ini jadi sudah tidak ada lagi yang memesan langsung kepada beliau. Pada akhirnya, beliau memutuskan untuk mencoba bertani. “Pandemi, merusak pemasukan, merubah sudut pandang”, tegas beliau.

Pada awalnya memang Pak Lukman tidak ada kemauan untuk bertani. Ia menyebutkan bahwa orang tuanya pun dulu tidak berlatar belakang petani, tetapi beliau menyadari bahwa adanya tuntutan agar anak dan istri beliau tetap bisa makan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari membuatnya semangat dan menjalani apa yang ada. Beliau mulai menyadari bahwa adanya kemiripan antara bertani dengan membuat bunga kayu. “Saya merasa bertani itu juga seperti membuat karya seni, sama dengan membuat bunga kayu, butuh ketelatenan, dan ketelitian agar nanti hasil yang didapatkan bagus”, ucap Pak Lukman.

“Pandemi, tragedi sekaligus cara relaksasi diri”, itulah satu kalimat yang Pak Lukman ucapkan untuk mengingatkan #TemanTani untuk tetap bisa bertahan di dalam kondisi dan situasi terburuk sekalipun. Dari adanya pandemi covid-19 ini, Pak Lukman menyadari bahwa ternyata beliau sangat nyaman dengan pekerjaan barunya saat ini yakni menjadi petani. Pak Lukman mengatakan dengan menjadi petani, Ia tetap bisa memberi manfaat ke banyak orang dengan menghasilkan buah dan sayuran berkualitas tinggi yang nantinya akan bermanfaat bagi banyak orang.

 

KisahTani Lainnya

Tetap Bersyukur, Walau Sering Dipandang Rendah

Petani merupakan salah satu pekerjaan di bidang jasa yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Hal inilah yang membuat Pak Arifin semangat di dalam bekerja, dimana Ia merasa sangat bersyukur atas peke

Bertani, Sebuah Tujuan dan Harapan

Seorang petani yang dulunya bekerja di pabrik aci memiliki semangat yang gigih untuk bisa mengembangkan sektor pertanian di desanya. Ia menilai bahwa terdapat potensi dan peluang besar untuk bisa meni