Tetap Bersyukur, Walau Sering Dipandang Rendah

Kali ini kita akan berkenalan dan mendengarkan kisah dari salah satu petani yang bernama Pak Arifin. Pak Arifin merupakan petani yang berasal dari Kampung Belender, Cianjur, Jawa Barat. Beliau menyebutkan bahwa dirinya sudah menggeluti pekerjaan ini kurang lebih selama 30 tahun. Pak Arifin memang berlatar belakang keluarga petani, sehingga dari kecil Pak Arifin memang sudah giat membantu orang tuanya bertani. Pak Arifin juga menyebutkan bahwa panas, dan hujan merupakan makanan sehari-hari yang sudah selalu Ia rasakan. Namun meski begitu, Pak Arifin selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Pak Arifin merasa bangga menjadi petani karena Ia merasa dengan menjadi petani, Ia dapat menghidupi keluarganya dan juga memberi berkat kepada orang-orang yang ikut bertani dengannya. Selain itu, Pak Arifin mengatakan bahwa petani itu merupakan pekerjaan yang sangat mulia, dimana jasa seorang petani dapat sangat bermanfaat untuk orang-orang yang jauh disana. Pak Arifin berharap bahwa dari mulai sekarang hingga kedepan pertumbuhan ekonomi melalui pertanian bisa lebih baik sehingga dapat stabil di bidangnya.

 Pandemi covid-19 membuat semua orang merasa sulit, tak terkecuali Pak Arifin. Sejak awal pandemi, Pak Arifin merasa bingung karena tidak ada pekerjaan, dan Ia juga tidak mendapat bantuan sama sekali, yang bisa Ia lakukan hanya pasrah dan berserah seraya berdoa kepada Tuhan agar semuanya diberikan kemudahan di dalam menjalani segala sesuatunya. “Awal pandemi pemasukan benar-benar kosong, makan harus benar-benar irit.”, ucap Pak Arifin.

Melalui Pak Arifin kita belajar bahwa segala sesuatunya telah diatur oleh Sang Pencipta, maka dari itu, kita sebagai manusia harus terus berjuang dan berusaha agar tetap dapat bertahan sembari berserah dan berdoa kepada Tuhan.

 
 

KisahTani Lainnya

Pandemi, Tragedi sekaligus Cara Realisasi Diri

Pandemi covid-19 yang masih melanda dunia, termasuk Indonesia sampai saat ini membuat semua orang harus memutar otak untuk tetap bisa bertahan hidup, tak terkecuali Pak Lukman. Seorang pengrajin bunga

Bertani, Sebuah Tujuan dan Harapan

Seorang petani yang dulunya bekerja di pabrik aci memiliki semangat yang gigih untuk bisa mengembangkan sektor pertanian di desanya. Ia menilai bahwa terdapat potensi dan peluang besar untuk bisa meni